
Pagi hari waktu camping biasanya ada suasana yang khas. Udara masih dingin, rumput basah oleh embun, dan cahaya matahari perlahan masuk di antara pepohonan. Tenda mulai dibereskan. Kursi lipat dimasukkan kembali. Gelas kopi juga harus dikumpulkan.
Pada campervan bermesin bensin atau diesel, satu hal yang membuat orang tetap tenang adalah indikator bahan bakar. Selama bensin atau solar masih cukup, mobil tinggal dinyalakan, lalu perjalanan pulang bisa dimulai.
Namun, ketika mobil listrik mulai ikut masuk ke dunia camping, muncul pertanyaan baru.
Baterai mobil listrik tidak hanya digunakan untuk perjalanan. Pada model tertentu, energinya juga bisa dipakai untuk menyalakan lampu LED di tenda, mengisi ponsel, menjalankan kipas, laptop, cooler box, bahkan sejumlah perlengkapan memasak.
Lalu, kalau listriknya dipakai sepanjang malam, apakah besok mobil masih cukup kuat untuk pulang?
Kekhawatiran itu wajar. Sebab, pada mobil listrik, energi untuk menikmati malam dan energi untuk meninggalkan lokasi camping dapat berasal dari baterai yang sama.
Meski begitu, camping dengan mobil listrik tidak harus diisi dengan perasaan waswas setiap kali sebuah lampu dinyalakan. Ketenangannya hanya dibangun dengan cara yang sedikit berbeda, bukan sekadar memastikan baterai masih banyak, melainkan memahami berapa energi listrik yang boleh dipakai dan berapa yang harus tetap disimpan.
Mobil Listrik Tertentu Bisa Menyalakan Perlengkapan Camping
Daya tarik mobil listrik untuk kegiatan camping bukan hanya karena kabinnya senyap atau perjalanan terasa lebih halus. Pada beberapa model, baterai mobil juga dapat berfungsi sebagai sumber listrik portabel melalui fitur Vehicle-to-Load atau V2L.
Secara sederhana, V2L membuat mobil listrik bekerja seperti power station berukuran sangat besar. Energi yang tersimpan di baterai dapat dialirkan melalui soket atau adaptor khusus untuk menjalankan perangkat elektronik.
Dalam penjelasan resminya, Hyundai Indonesia menyebut V2L outdoor pada all-new KONA Electric dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat seperti lampu tenda saat berkemah atau peralatan kerja di tempat yang tidak memiliki sumber listrik. Kemampuan dan batas dayanya tetap berbeda pada setiap model kendaraan.
Dengan fitur seperti ini, mobil dapat membantu menyalakan:
- lampu LED di dalam atau sekitar tenda;
- charger ponsel dan kamera;
- laptop;
- kipas kecil;
- pompa kasur;
- cooler box;
- proyektor kecil;
- sejumlah alat masak, selama sesuai batas daya dan petunjuk kendaraan.
Prinsipnya serupa ketika mobil listrik digunakan sebagai sumber listrik darurat. Bedanya, saat camping listrik biasanya langsung dialirkan dari adaptor V2L ke perangkat yang sesuai, bukan dimasukkan ke instalasi bangunan atau stopkontak dinding.
Hal yang perlu digarisbawahi, tidak semua mobil listrik mempunyai V2L. Baterainya mungkin besar, tetapi belum tentu energinya dapat dikeluarkan untuk menyalakan perangkat eksternal. Ada pula kendaraan yang hanya menyediakan soket di dalam kabin dengan kemampuan lebih terbatas.
Jadi, sebelum membayangkan malam camping yang diterangi lampu dari baterai mobil, fitur kendaraannya perlu diperiksa terlebih dahulu.
Apakah Lampu LED Semalaman Akan Menghabiskan Baterai?
Bayangan bahwa sebuah lampu tenda akan membuat mobil tidak bisa pulang sebenarnya terlalu berlebihan.
Misalnya, satu lampu LED memiliki daya 10 watt dan digunakan selama delapan jam. Energi yang dibutuhkan hanya:
10 watt × 8 jam = 80 Wh atau 0,08 kWh.
Jika dua lampu digunakan dalam durasi yang sama, kebutuhannya sekitar 0,16 kWh. Nilai itu masih sangat kecil dibandingkan baterai mobil listrik yang kapasitasnya mencapai puluhan kWh.
Ponsel, kamera, dan laptop juga umumnya tidak menjadi beban terbesar.
Sebagai ilustrasi sederhana:
- lampu LED 10 watt selama delapan jam membutuhkan 0,08 kWh;
- laptop 60 watt selama empat jam membutuhkan 0,24 kWh;
- kipas 50 watt selama delapan jam membutuhkan 0,4 kWh;
- cooler box dengan konsumsi rata-rata 50 watt selama 12 jam membutuhkan sekitar 0,6 kWh.
Totalnya sekitar 1,32 kWh, belum memperhitungkan kehilangan energi selama konversi dan pola kerja masing-masing perangkat.
Artinya, satu atau dua lampu kecil di sekitar tenda bukanlah sesuatu yang seharusnya langsung membuat pemilik mobil listrik panik.
Peralatan Besar Tetap Perlu Dihitung
Cerita akan berbeda ketika perangkat berdaya besar digunakan dalam waktu lama.
AC kendaraan yang menyala semalaman, kompor induksi, pemanas air, oven portabel, pemanas kabin, atau beberapa perangkat yang digunakan bersamaan dapat mengambil energi lebih banyak.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya angka watt yang tertulis di perangkat, tetapi juga berapa lama alat itu menyala.
Sebuah pemanas air berdaya besar mungkin hanya digunakan beberapa menit. Sebaliknya, cooler box dengan daya lebih rendah dapat tetap aktif selama belasan jam. Keduanya perlu dihitung dengan cara berbeda.
Karena itu, camping dengan mobil listrik bukan berarti semua peralatan harus diganti dengan versi elektrik. Kompor gas portabel yang memang dirancang untuk kegiatan luar ruangan, misalnya, dapat mengurangi beban baterai mobil.
Teknologi memberi lebih banyak pilihan, tetapi bukan berarti seluruh pilihan harus digunakan bersamaan.
Kekurangan Campervan Listrik, Energi Camping dan Pulang Berasal dari Baterai yang Sama
Inilah perbedaan paling penting antara campervan bermesin BBM dan mobil listrik.
Pada kendaraan bensin atau diesel, kebutuhan listrik saat camping bisa dipisahkan melalui aki tambahan, power station, genset, atau sumber listrik di lokasi. Bahan bakar di tangki tetap disimpan untuk perjalanan.
Pada mobil listrik dengan V2L, lampu tenda dan motor penggerak bisa mengambil energi dari baterai utama yang sama.
Setiap energi yang digunakan saat menginap akan mengurangi energi yang tersedia untuk berkendara.
Namun, persoalannya bukan sekadar “semakin banyak alat menyala, semakin berbahaya”. Yang lebih penting adalah apakah pengguna sudah menentukan batas sejak awal.
Tanpa batas, baterai 70 persen bisa terasa sangat banyak. Lampu dinyalakan, AC dipakai, cooler box bekerja, laptop diisi, lalu seseorang memasak dengan alat listrik. Persentasenya turun sedikit demi sedikit tanpa terasa.
Pagi hari, barulah muncul pertanyaan yang seharusnya sudah dijawab sebelum malam tiba:
Apakah sisa baterai ini cukup untuk keluar dari kawasan camping dan mencapai SPKLU?
Cara Camping Pakai Mobil Listrik agar Tidak Panik Saat Pulang
Rasa tenang tidak selalu datang dari baterai yang paling besar. Ia datang dari rencana yang jelas.
Pemilik perlu mengetahui berapa energi yang akan digunakan untuk camping, berapa yang dibutuhkan untuk melanjutkan perjalanan, dan berapa cadangan yang harus disimpan apabila keadaan tidak berjalan sesuai rencana.
Pisahkan Anggaran Camping dan Anggaran Pulang
Cara paling sederhana adalah membayangkan baterai sebagai dua anggaran berbeda.
Anggaran pertama boleh digunakan untuk menikmati malam. Anggaran kedua tidak boleh disentuh karena menjadi tiket untuk keluar dari lokasi camping.
Misalnya, mobil tiba dengan baterai 70 persen. Bukan berarti seluruh 70 persen itu tersedia untuk lampu, AC, cooler box, dan memasak.
Pemilik dapat menentukan sebagian untuk kebutuhan camping dan menyimpan sisanya untuk perjalanan. Angkanya tidak dapat disamaratakan karena setiap lokasi mempunyai kondisi berbeda.
Cadangan perjalanan perlu memperhitungkan:
- jarak menuju SPKLU;
- tanjakan dan turunan;
- berat penumpang serta barang;
- penggunaan AC;
- hujan atau kemacetan;
- kemungkinan salah jalan;
- perubahan rute;
- SPKLU pertama yang ternyata sedang penuh atau bermasalah.
Sebuah lokasi camping yang hanya berjarak 20 kilometer dari SPKLU tentu berbeda dengan lokasi di pegunungan yang membutuhkan perjalanan panjang dan menanjak untuk kembali ke jalan utama.
Gunakan Batas Minimum V2L jika Tersedia
Sejumlah mobil menyediakan pengaturan batas pengosongan baterai untuk V2L. Pada kendaraan yang mempunyai fitur tersebut, pengguna dapat menentukan persentase minimum yang tidak boleh dilewati.
Buku petunjuk resmi Hyundai menjelaskan bahwa suplai V2L akan berhenti secara otomatis ketika baterai mencapai batas pengosongan yang telah ditentukan pengguna.
Fitur ini memberi rasa aman yang sangat nyata.
Pemilik dapat menentukan bahwa perlengkapan camping boleh menggunakan listrik, tetapi hanya sampai batas tertentu. Ketika batas tercapai, suplai ke lampu, kipas, atau cooler box akan berhenti sehingga cadangan perjalanan tidak terus terkuras.
Meski demikian, fitur tersebut tidak tersedia pada semua mobil. Nama menu, rentang persentase, dan prosedur pengaturannya perlu diperiksa dalam buku manual kendaraan masing-masing.
Hitung Sampai SPKLU, Bukan Hanya Sampai Rumah
Dalam perjalanan camping, mobil tidak harus memiliki energi yang cukup untuk langsung kembali ke rumah.
Yang lebih penting, mobil harus mampu keluar dari kawasan camping dan mencapai tempat pengisian yang dapat diandalkan.
Rumus sederhananya.
Cadangan perjalanan = kebutuhan menuju SPKLU + margin pengaman.
Sebelum masuk ke daerah yang jauh dari kota, pengguna dapat memanfaatkan fitur Trip Planner di PLN Mobile. Kementerian ESDM menjelaskan bahwa fitur tersebut dapat memberikan petunjuk mengenai titik SPKLU yang bisa disinggahi untuk mengisi daya di sepanjang perjalanan.
Namun, jangan hanya menyimpan satu titik pengisian.
Siapkan satu SPKLU utama dan setidaknya satu alternatif. Lokasi pertama bisa saja sedang digunakan, mengalami gangguan, berada di kawasan dengan jam akses terbatas, atau memerlukan perubahan rute.
Aplikasi membantu membuat rencana. Ia tidak menghapus kebutuhan untuk mempunyai rencana cadangan.
Jangan Menunggu Baterai Sampai Kritis
Mobil listrik umumnya memberikan sejumlah peringatan sebelum kehilangan tenaga. Estimasi jarak terus berkurang, indikator baterai berubah, dan pada beberapa kendaraan kemampuan akselerasi dapat dibatasi ketika energi semakin rendah.
Namun, peringatan tersebut bukan arahan untuk terus mengemudi sampai persentase terakhir.
Memahami apa yang terjadi ketika mobil listrik kehabisan baterai di jalan memang penting. Akan tetapi, kondisi baterai kritis seharusnya tidak pernah dimasukkan sebagai bagian normal dari rencana perjalanan.
Lebih baik meninggalkan lokasi camping dengan cadangan terlalu banyak daripada harus melihat estimasi jarak turun lebih cepat ketika mobil mulai menghadapi tanjakan.
Kelebihan Mobil Listrik untuk Camping dan Campervan
Di balik kebutuhan perencanaan yang lebih teliti, mobil listrik mempunyai sejumlah kelebihan yang sulit diabaikan.
Suasana Camping Lebih Senyap
Tidak ada mesin pembakaran yang perlu terus menyala hanya untuk menghasilkan listrik.
Lampu, laptop, atau kipas dapat digunakan tanpa suara genset di dekat tenda. Di tengah malam, ketika suara daun, air, atau serangga mulai terdengar, ketenangan seperti ini bukan sekadar kenyamanan tambahan. Ia menjadi bagian dari pengalaman camping itu sendiri.
Tidak Perlu Membawa Power Station Besar untuk Kebutuhan Ringan
Pada kendaraan yang mempunyai V2L, baterai mobil dapat menggantikan fungsi power station untuk sejumlah kebutuhan dasar.
Barang bawaan bisa lebih sederhana. Pemilik tidak perlu membawa baterai portabel besar hanya untuk menyalakan lampu, mengisi ponsel, atau menjalankan kipas kecil.
Meski demikian, power station kecil tetap dapat berguna sebagai cadangan terpisah. Ia memungkinkan lampu dan perangkat komunikasi tetap menyala tanpa mengambil energi dari baterai perjalanan.
Energi Lebih Mudah Dipantau
Persentase baterai dapat terlihat di layar kendaraan. Pemilik tidak sepenuhnya menebak-nebak berapa energi yang masih tersedia.
Pada beberapa kendaraan, penggunaan V2L juga dapat dihentikan otomatis melalui batas minimum baterai.
Artinya, rasa aman tidak hanya dibangun dari perkiraan, tetapi juga dari sistem yang memang dirancang untuk menjaga cadangan energi.
Kekurangan Mobil Listrik untuk Camping yang Perlu Diterima
Mobil listrik bukan kendaraan camping yang sempurna untuk semua orang dan semua lokasi.
SPKLU belum tentu dekat dari pantai terpencil, kawasan pegunungan, hutan wisata, atau lokasi perkemahan yang jauh dari jalan utama. Waktu pengisian juga perlu dimasukkan ke jadwal perjalanan.
Perjalanan spontan menjadi sedikit lebih rumit. Keputusan berpindah ke lokasi lain tidak hanya berkaitan dengan jarak, tetapi juga arah menuju charger berikutnya.
Selain itu, tidak semua mobil mempunyai V2L, Utility Mode, atau kemampuan menyalakan AC ketika parkir dalam waktu lama. Sebuah kendaraan mungkin memiliki baterai besar, tetapi tidak dirancang untuk digunakan seperti campervan.
Karena itu, calon pembeli yang memang ingin sering camping perlu bertanya lebih jauh daripada sekadar harga dan jarak tempuh.
Tanyakan apakah mobil mempunyai V2L, berapa batas dayanya, apakah adaptor sudah termasuk, apakah tersedia batas minimum baterai, serta apakah sistem kabin dapat digunakan ketika kendaraan parkir.
Kabel Listrik di Area Camping Tidak Boleh Diletakkan Sembarangan
Camping sering bertemu hujan, embun, tanah basah, dan udara lembap. Di sinilah penggunaan listrik memerlukan perhatian lebih besar.
Buku manual Hyundai memperingatkan agar V2L tidak digunakan apabila konektor, kabel, atau colokannya rusak. Pengguna juga diminta memastikan tidak ada air atau kotoran pada sambungan, menggunakan perangkat luar ruangan yang tahan air atau berada di tempat terlindung, serta tidak memakai V2L di luar kendaraan ketika terdapat risiko petir.
Terminal listrik jangan diletakkan langsung di tanah, terlebih jika rumput basah oleh embun. Kabel juga tidak boleh digunakan dalam keadaan tergulung rapat ketika membawa beban besar karena panas dapat terperangkap.
Adaptor resmi atau perangkat yang sesuai rekomendasi pabrikan tetap menjadi pilihan paling aman. Jangan memodifikasi konektor, menyambung terlalu banyak terminal, atau memakai peralatan melebihi kemampuan V2L kendaraan.
Sebelum Berangkat, Lakukan Uji Coba Dekat Rumah
Untuk pengalaman pertama, tidak perlu langsung memilih lokasi yang jauh dari SPKLU dan sinyal telepon.
Cobalah camping di tempat yang relatif dekat dari rumah atau titik pengisian. Nyalakan lampu, kipas, cooler box, dan perangkat yang memang akan dibawa. Perhatikan berapa persen baterai berkurang selama beberapa jam.
Dari uji coba itu, pemilik akan memperoleh sesuatu yang tidak tersedia di brosur, gambaran konsumsi berdasarkan mobil, perlengkapan, dan kebiasaan kita.
Catatan kecil tersebut dapat menjadi dasar perjalanan berikutnya.
Sebelum berangkat lebih jauh, pastikan:
- baterai diisi sebelum memasuki kawasan terpencil;
- SPKLU utama dan alternatif sudah ditentukan;
- rute disimpan secara offline;
- daya setiap peralatan sudah diketahui;
- anggaran energi camping telah ditetapkan;
- batas minimum V2L sudah diatur jika tersedia;
- kabel dan sambungan terlindung dari air;
- nomor layanan bantuan atau derek sudah disimpan.
Persiapan semacam ini mungkin terasa berlebihan ketika dibaca di rumah. Namun, di lokasi camping yang gelap, dingin, dan jauh dari kota, hal-hal kecil itulah yang membuat suasana tetap tenang.
Jadi, Apakah Mobil Listrik Layak Dipakai Camping?
Mobil listrik dapat menjadi teman camping yang menarik. Ia bisa menyediakan listrik dengan senyap, menyalakan lampu tenda, menjaga ponsel tetap terisi, dan membuat kabin menjadi tempat istirahat yang nyaman pada model tertentu.
Namun, kelebihan itu datang bersama kebiasaan baru.
Pada campervan BBM, rasa aman sering dilihat dari bahan bakar yang masih tersisa di tangki. Pada mobil listrik, rasa aman harus dibangun sejak sebelum berangkat, memahami kemampuan kendaraan, memilih perlengkapan yang hemat energi, menentukan charger berikutnya, dan menyisakan cadangan yang tidak boleh digunakan.
Camping bukan perlombaan menyalakan sebanyak mungkin perangkat di tengah alam.
Satu lampu kecil sudah cukup untuk menerangi meja, memperlihatkan wajah orang-orang terdekat, dan menemani percakapan sampai malam semakin sunyi.
Mobil listrik dapat menjaga lampu itu tetap menyala. Tetapi ketenangan yang sesungguhnya datang ketika kita tahu bahwa setelah tenda dilipat dan pagi mulai terang, masih ada cukup energi untuk membawa semua orang pulang.