
Menjelang Idul Adha, banyak keluarga mulai membuat perhitungan. Ada yang sudah menabung untuk membeli kambing qurban. Ada juga yang teringat bahwa anaknya belum sempat diaqiqahi.
Lalu muncul pertanyaan yang sangat wajar. “Kalau uangnya hanya cukup untuk satu, sebaiknya qurban dulu atau aqiqah dulu?”
Sekilas, qurban dan aqiqah memang terlihat mirip. Keduanya sama-sama menyembelih hewan, sama-sama bernilai ibadah, dan sama-sama menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Namun jika diperhatikan lebih dalam, keduanya memiliki tujuan, waktu, dan hukum yang berbeda.
Memahami perbedaan ini penting, terutama bagi keluarga yang ingin menjalankan sunnah, tetapi harus menyesuaikan dengan kemampuan yang ada.
Sekilas, Qurban dan Aqiqah Memang Mirip
Di mata orang awam, qurban dan aqiqah sering tampak serupa.
Sama-sama membeli kambing.
Sama-sama disembelih.
Sama-sama dagingnya dibagikan.
Karena itulah, tidak sedikit yang bertanya apakah keduanya bisa saling menggantikan, atau mana yang lebih utama didahulukan.
Padahal, qurban dan aqiqah memiliki sebab pelaksanaan yang berbeda.
Qurban dilakukan karena datangnya Hari Raya Idul Adha.
Aqiqah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak.
Dari sini saja, sudah terlihat bahwa keduanya adalah ibadah yang berdiri sendiri.
Apa Itu Qurban?
Qurban, adalah ibadah menyembelih hewan ternak pada tanggal 10 hingga 13 Dzulhijjah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Allah Ta’ala berfirman:
“Maka laksanakanlah shalat karena Rabbmu, dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat ini menjadi salah satu dasar utama disyariatkannya qurban.
Hukum Qurban
Mayoritas ulama berpendapat bahwa qurban hukumnya sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan bagi muslim yang mampu.
Artinya, qurban bukan kewajiban bagi setiap orang, tetapi termasuk ibadah yang memiliki keutamaan besar dan sangat ditekankan.
Dalam pembahasan tersendiri, para ulama menjelaskan lebih rinci mengenai status hukum qurban yang juga sangat dianjurkan bagi muslim yang memiliki kelapangan rezeki.
Waktu Qurban Sangat Terbatas
Qurban hanya bisa dilakukan pada:
- 10 Dzulhijjah
- 11 Dzulhijjah
- 12 Dzulhijjah
- 13 Dzulhijjah
Jika hari-hari itu terlewat, kesempatan qurban dalam tahun tersebut selesai dan harus menunggu Idul Adha berikutnya.
Inilah salah satu alasan mengapa qurban memiliki prioritas tersendiri.
Apa Itu Aqiqah?
Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran seorang anak.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.”
(HR. Abu Dawud no. 2838 dan Tirmidzi no. 1522; dinilai sahih oleh para ulama)
Hadits ini menjadi dasar utama disyariatkannya aqiqah.
Hukum Aqiqah
Mayoritas ulama juga berpendapat bahwa aqiqah hukumnya sunnah muakkadah bagi orang tua yang mampu.
Untuk anak laki-laki dianjurkan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.
Waktu Aqiqah Lebih Fleksibel
Aqiqah memang dianjurkan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Namun jika belum sempat, para ulama menjelaskan bahwa aqiqah tetap dapat dilakukan setelahnya.
Dengan kata lain, aqiqah tidak terikat pada waktu dan waktu nya tidak sesempit qurban.
Perbedaan Qurban dan Aqiqah
Sebab Pelaksanaan
- Qurban: karena datangnya Idul Adha.
- Aqiqah: karena kelahiran anak.
Tujuan Ibadah
- Qurban: mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghidupkan syiar Nabi Ibrahim عليه السلام.
- Aqiqah: mensyukuri kelahiran anak.
Waktu Pelaksanaan
- Qurban: hanya 10–13 Dzulhijjah.
- Aqiqah: lebih fleksibel setelah kelahiran anak.
Pelaksana
- Qurban: setiap muslim yang mampu.
- Aqiqah: orang tua yang mampu.
Jika Dana Hanya Cukup untuk Satu, Mana yang Didahulukan?
Dalam kondisi dana terbatas, banyak ulama memandang qurban lebih utama untuk didahulukan ketika sudah masuk waktu Idul Adha.
Mengapa?
Karena qurban memiliki waktu yang sangat terbatas.
Kalau terlewat, kesempatan itu hilang sampai tahun berikutnya.
Sedangkan aqiqah masih dapat dilakukan di waktu lain.
Ini bukan berarti aqiqah kurang penting, tetapi qurban memiliki momentum yang tidak bisa diulang dalam waktu dekat.
Mengapa Qurban Sering Lebih Diutamakan?
Bayangkan ada dua pintu kebaikan.
Pintu pertama hanya terbuka selama beberapa hari dalam setahun.
Pintu kedua tetap terbuka lebih lama.
Secara logika, orang biasanya akan mendahulukan pintu yang waktunya paling sempit.
Begitu pula dalam banyak penjelasan ulama.
Qurban:
- Datang setahun sekali.
- Hanya berlangsung beberapa hari.
- Merupakan syiar besar umat Islam.
Sementara aqiqah:
- Tetap bisa dilakukan setelah kondisi keuangan memungkinkan.
Apakah Aqiqah Boleh Didahulukan?
Tentu boleh.
Jika seseorang memiliki pertimbangan khusus, misalnya sangat ingin segera mengaqiqahi anaknya, maka tidak ada larangan untuk melakukannya.
Namun jika pertanyaannya adalah mana yang umumnya lebih diprioritaskan saat Idul Adha dan dana terbatas, banyak ulama memandang qurban lebih utama.
Tidak Perlu Memaksakan Diri
Dalam urusan ibadah, kemampuan tetap menjadi pertimbangan penting.
Allah Ta’ala berfirman:
“Bertakwalah kalian kepada Allah semampu kalian.”
(QS. At-Taghabun: 16)
Ayat ini menenangkan hati banyak orang.
Tidak semua orang mampu menjalankan semua sunnah sekaligus.
Ada yang harus memilih karena gaji pas-pasan.
Ada yang masih membayar sekolah anak.
Ada yang sedang menabung untuk kebutuhan pokok keluarga.
Dan Allah SWT mengetahui semua itu.
Yang terpenting adalah adanya keinginan untuk taat, meskipun langkahnya dilakukan satu per satu.
Yang Dinilai Allah SWT Bukan Sekadar Jumlah Kambing
Kadang kita terlalu sibuk membandingkan apa yang belum mampu kita lakukan.
Padahal, Allah SWT tidak menilai seseorang dari besarnya pengeluaran semata.
Dua orang bisa menyembelih kambing yang sama, tetapi nilai ibadahnya berbeda karena keikhlasan dan ketakwaan di dalam hati.
Allah Ta’ala berfirman:
“Daging dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini mengingatkan bahwa inti ibadah bukan pada bentuk lahiriahnya, melainkan ketulusan hati saat menjalaninya.
Qurban dan aqiqah adalah dua ibadah yang berbeda.
- Qurban dilakukan pada Idul Adha.
- Aqiqah dilakukan sebagai rasa syukur atas kelahiran anak.
- Keduanya sama-sama sunnah muakkadah bagi yang mampu.
Jika dana hanya cukup untuk satu dan waktunya bertepatan dengan Idul Adha, banyak ulama memandang qurban lebih utama untuk didahulukan karena waktunya terbatas, sedangkan aqiqah masih bisa dilakukan setelahnya.
Namun jika belum mampu menjalankan keduanya, tidak perlu merasa bersalah.
Kadang hidup memang mengharuskan kita memilih, bukan karena kita tidak ingin menjalankan semua sunnah, tetapi karena kemampuan belum sampai ke sana.
Mungkin di situlah letak keindahannya ibadah.Bukan pada seberapa banyak yang bisa kita lakukan sekaligus, tetapi pada kesungguhan hati untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan rezeki yang ada hari ini.