Apa Doa Saat Menyembelih Hewan Qurban Menurut Sunnah?

Dua orang pria sedang memegang sapi qurban yang masih berdiri di lapangan dekat masjid sebelum membaca doa saat penyembelihan.

Menjelang Idul Adha, suasana di banyak tempat biasanya mulai terasa berbeda. Ada yang sibuk mencari hewan qurban, ada yang berdiskusi dengan panitia masjid, dan ada pula yang mulai bertanya hal-hal yang sederhana, tetapi penting untuk dipahami.

Salah satunya adalah tentang doa saat menyembelih hewan qurban.

Apakah orang yang berqurban harus membaca doa sebelum berangkat dari rumah? Haruskah berdiri di depan hewan ketika penyembelihan dilakukan? Jika qurbannya berupa sapi yang diniatkan untuk tujuh orang, apakah semua harus hadir dan membaca doa bersama? Dan jika penyembelihan dilakukan oleh jagal, siapa sebenarnya yang perlu mengucapkan basmalah?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat wajar. Sebab ketika seseorang sudah mengeluarkan sebagian hartanya untuk beribadah, tentu ia ingin memastikan bahwa qurbannya dilakukan dengan cara yang benar.

Semangat seperti ini patut disyukuri. Karena pada dasarnya, keinginan untuk mengikuti sunnah adalah bagian dari kesungguhan seorang Muslim dalam beribadah. Setelah memahami tata cara penyembelihannya, sebagian orang juga ingin mengetahui lebih jauh sebenarnya qurban itu wajib atau sunnah bagi yang mampu. Pertanyaan itu juga penting, karena membantu kita memahami kedudukan ibadah yang agung ini secara lebih utuh.

Dalam urusan doa saat menyembelih, tuntunan Nabi Muhammad ﷺ ternyata sangat sederhana. Tidak rumit, tidak memberatkan, dan tidak membutuhkan rangkaian acara khusus.


Perintah Menyebut Nama Allah SWT Saat Menyembelih

Dasar utama dalam masalah ini terdapat dalam Al-Qur’an. Allah Ta’ala berfirman:

“Maka sebutlah nama Allah ketika kamu menyembelihnya.”

(QS. Al-Hajj: 36)

Ayat ini singkat, tetapi maknanya sangat jelas. Saat hewan qurban disembelih, nama Allah SWT disebut.

Allah SWT juga berfirman:

“Dan janganlah kamu memakan hewan yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya.”

(QS. Al-An’am: 121)

Dari dua ayat ini, para ulama menjelaskan bahwa menyebut nama Allah SWT ketika penyembelihan adalah bagian yang sangat penting dari ibadah qurban.


Bacaan yang Dicontohkan Rasulullah ﷺ

Dalam hadits shahih, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu menceritakan:

“Nabi ﷺ berqurban dengan dua kambing yang bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri, membaca ‘Bismillah’ dan bertakbir.”

(HR. Bukhari no. 5565 dan Muslim no. 1966)

Dari hadits ini, bacaan paling utama ketika menyembelih adalah:

Bismillah, Allahu Akbar.
Dengan nama Allah, Allah Maha Besar.

Penyembelihan bukan sekadar memotong hewan. Ia adalah bentuk ibadah. Dengan membaca basmalah, seorang Muslim menegaskan bahwa semua ini dilakukan atas nama Allah SWT. Dengan bertakbir, ia mengakui bahwa Allah SWT lebih besar dari harta yang dikeluarkan, dari rasa sayang kepada hewan, dan dari segala urusan dunia.


Doa Tambahan yang Boleh Dibaca

Selain bacaan utama tersebut, Nabi ﷺ juga mengajarkan doa yang lebih lengkap.

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ berdoa:

“Bismillah. Ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad.”

(HR. Muslim no. 1967)

Dari hadits ini, para ulama menyebutkan bahwa seseorang boleh menambahkan doa seperti:

Allahumma hadza minka wa laka.

Ya Allah, ini berasal dari-Mu dan untuk-Mu.

Atau:

Allahumma taqabbal مني.

Ya Allah, terimalah dariku.

Namun jika hanya membaca:

Bismillah, Allahu Akbar

maka itu sudah mencukupi dan sesuai sunnah.


Siapa yang Harus Mengucapkan Doa Ini?

Di sinilah banyak orang sering bingung.

Yang disyariatkan untuk mengucapkan basmalah adalah orang yang menyembelih. Jika pemilik qurban menyembelih sendiri, maka dialah yang membaca. Jika penyembelihan diwakilkan kepada jagal, maka jagallah yang mengucapkannya.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa yang dituntut membaca “Bismillah, Allahu Akbar” adalah penyembelih, karena dialah yang melakukan penyembelihan secara langsung. 

Artinya, pemilik qurban tidak wajib mengucapkan doa tertentu.


Apakah Harus Berdoa Sebelum Berangkat dari Rumah?

Tidak ada tuntunan khusus yang mewajibkan bacaan tertentu sebelum berangkat menuju lokasi penyembelihan.

Tentu, seseorang boleh berdoa agar ibadahnya diterima. Namun tidak ada lafaz khusus yang harus dihafal atau dibacakan.

Yang terpenting adalah niat yang ikhlas dan keinginan untuk menjalankan qurban sesuai sunnah.


Apakah Pemilik Qurban Harus Hadir di Depan Hewan?

Tidak harus.

Boleh hadir, boleh juga tidak.

Banyak orang merasa tenang ketika bisa menyaksikan langsung proses penyembelihan. Itu baik. Namun jika karena pekerjaan, jarak, atau alasan lain seseorang tidak bisa datang, qurbannya tetap sah.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa qurban boleh diwakilkan kepada orang lain, dan tidak disyaratkan pemilik qurban hadir di tempat penyembelihan. 


Apakah Doa Harus Dibaca Keras?

Tidak ada ketentuan bahwa bacaan harus dilantunkan keras.

Boleh dibaca dengan suara pelan, selama terdengar oleh diri sendiri dan terucap dengan lisan.

Yang penting, nama Allah SWT benar-benar disebut.

Karena itu, membaca hanya di dalam hati tidak dianggap cukup menurut mayoritas ulama.


Qurban Sapi untuk Tujuh Orang, Apakah Semua Harus Hadir?

Ini juga termasuk pertanyaan yang sangat sering muncul.

Jawabannya tidak.

Dalam qurban sapi yang diniatkan untuk tujuh orang:

  • Tidak wajib semua peserta hadir.
  • Tidak wajib berdiri di depan hewan.
  • Tidak wajib membaca doa bersama.
  • Tidak wajib menyebut nama satu per satu.

Cukup penyembelih membaca:

Bismillah, Allahu Akbar.

Lalu ia berniat bahwa hewan tersebut merupakan qurban untuk para peserta yang telah ditentukan.


Apakah Harus Ada Doa Bersama Sebelum Penyembelihan?

Tidak ada tuntunan khusus dari Nabi ﷺ yang mewajibkan doa bersama sebelum hewan disembelih.

Jika panitia mengajak peserta berdoa secara umum agar ibadah diterima, itu boleh saja. Namun hal tersebut bukan syarat sah qurban.

Qurban tetap sah meskipun tidak ada acara doa bersama, sambutan, atau seremonial apa pun.


Apa yang Bisa Dibaca oleh Orang yang Berqurban?

Meskipun tidak wajib membaca lafaz tertentu, pemilik qurban boleh berdoa dengan kalimat sederhana, seperti:

“Ya Allah, terimalah qurbanku.”

Atau:

Allahumma taqabbal مني.

Doa ini dapat dibaca di rumah, saat menyaksikan penyembelihan, atau setelah seluruh proses selesai.


Ibadah yang Sederhana, Tetapi Sarat Makna

Salah satu keindahan Islam adalah kesederhanaannya.

Tidak semua ibadah harus rumit. Tidak semua amal memerlukan prosesi panjang. Dalam qurban, tuntunan Nabi ﷺ justru sangat singkat.

Basmalah. Takbir. Keikhlasan.

Selebihnya adalah ketundukan hati.

Seekor hewan disembelih, dagingnya dibagikan, lalu banyak orang yang menikmati rezeki yang mungkin jarang mereka rasakan. Di balik itu, ada seorang hamba yang diam-diam berharap agar Allah SWT menerima amal kecilnya.

Dan mungkin, itulah inti dari qurban.

Bukan tentang siapa yang berdiri paling dekat dengan hewan. Bukan tentang siapa yang paling keras membaca doa. Bukan pula tentang seremoninya.

Melainkan tentang hati yang rela menyerahkan sesuatu yang dicintainya demi mencari ridha Allah SWT.

Pada akhirnya, yang sampai kepada Allah SWT bukan darahnya, bukan dagingnya, tetapi ketakwaan yang tersembunyi di dalam dada.

Seperti firman Allah Ta’ala:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kalian.”

(QS. Al-Hajj: 37)

Ayat ini selalu mengingatkan bahwa setiap ibadah memiliki makna yang lebih dalam daripada apa yang terlihat oleh mata.

Maka ketika takbir dikumandangkan dan hewan qurban disembelih, mungkin yang paling penting bukan seberapa panjang doa yang dibaca, tetapi seberapa tulus hati yang mengucapkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *