“Kapan Safar Pertama Nabi Muhammad SAW? Ini Sejarah Lengkapnya”

Jalan gurun panjang mengarah ke kota kuno saat matahari terbit, ilustrasi perjalanan safar Nabi Muhammad SAW menuju Syam

Sejarah Safar Nabi Muhammad SAW: Dari Perjalanan Dagang hingga Hijrah Mengubah Dunia

Safar bukanlah hal yang asing dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW. Sejak kecil, beliau sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh melintasi padang pasir. Namun safar beliau bukan untuk hiburan atau petualangan semata. Setiap perjalanan punya tujuan besar: berdagang, berdakwah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Lalu, kapan pertama kali Nabi Muhammad SAW safar? Ke mana saja beliau pergi? Dan apa tujuan di balik perjalanan-perjalanan itu?

Berikut rangkumannya.


Safar Pertama: Ikut Pamannya ke Syam (Usia Sekitar 12 Tahun)

Perjalanan pertama yang banyak disebut dalam kitab sirah adalah saat Nabi Muhammad SAW masih remaja.

Beliau ikut pamannya, Abu Thalib, dalam kafilah dagang menuju wilayah Syam (kawasan Suriah dan sekitarnya sekarang).

Tujuannya jelas: berdagang.

Dalam perjalanan ini terdapat kisah pertemuan dengan seorang rahib bernama Bahira yang disebut-sebut mengenali tanda-tanda kenabian pada diri beliau. Namun perlu dicatat, riwayat ini banyak dibahas dalam kitab sirah dan ada sebagian ulama masih memperselisihkan riwayat ini.

Meski begitu, perjalanan ini menunjukkan bahwa sejak muda, Nabi Muhammad SAW sudah mengenal dunia luar dan dinamika perdagangan internasional.


Safar Dagang atas Nama Khadijah (Usia 25 Tahun)

Di usia sekitar 25 tahun, Nabi Muhammad SAW kembali melakukan safar ke Syam. Kali ini beliau membawa barang dagangan milik seorang saudagar terhormat kota Mekkah, yang bernama Khadijah.

Beliau ditemani seorang pembantu yang bernama Maisarah.

Perjalanan ini sukses besar. Kejujuran dan profesionalitas Nabi Muhammad SAW dalam berdagang membuat Khadijah semakin yakin dengan akhlaknya. Dari safar inilah, hubungan keduanya berlanjut hingga pernikahan.

Perjalanan ini bukan sekadar bisnis, tapi menjadi bagian penting dari fase kehidupan beliau sebelum diangkat menjadi Rasul.


Hijrah ke Madinah: Safar yang Mengubah Sejarah (622 M)

Inilah safar beliau yang paling monumental dalam sejarah Islam.

Ketika tekanan Quraisy semakin berat, Nabi Muhammad SAW bersama sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berhijrah dari Mekkah ke Madinah.

Perjalanan ini penuh risiko:

  • Bersembunyi di Gua Tsur
  • Dikejar oleh kaum Quraisy
  • Menempuh jalur yang tidak biasa untuk menghindari pengejaran

Hijrah bukan sekadar perpindahan kota. Dari sinilah lahir masyarakat Islam pertama yang kuat secara sosial, politik, dan spiritual. Bahkan peristiwa ini kemudian dijadikan awal kalender Hijriyah.


Safar-Safar Perjuangan di Madinah

Setelah menetap di Madinah, Nabi Muhammad SAW masih melakukan banyak safar dalam rangka dakwah dan memperkuat umat.

Beberapa di antaranya:

  • Safar menuju Perang Badar (624 M)
  • Safar menuju Perang Uhud (625 M)
  • Perjalanan Perjanjian Hudaibiyah (628 M)
  • Safar Fathu Makkah (630 M)

Setiap perjalanan ini menjadi bagian dari perjuangan mempertahankan, memperkuat dan menegakkan ajaran Islam.


Safar Terakhir: Haji Wada’ (632 M)

Perjalanan terakhir Nabi Muhammad SAW adalah untuk menunaikan ibadah haji.

Dalam Haji Wada’, beliau menyampaikan khutbah yang dikenal sebagai Khutbah Perpisahan. Isinya menegaskan persamaan derajat manusia, larangan kezaliman, serta pentingnya berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Tidak lama setelah safar ini, Nabi Muhammad SAW wafat.


Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Safar Nabi Muhammad SAW?

Yang jelas safar Nabi Muhammad SAW selalu punya tujuan:

  • Mencari rezeki yang halal
  • Menyebarkan dakwah
  • Menyelamatkan umat
  • Menunaikan ibadah

Safar dalam hidup Nabi Muhammad SAW bukan sekadar perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Setiap langkah beliau adalah untuk mendekatkan manusia kepada Allah SWT, menyelamatkan umat dan membangun peradaban.


Dari perjalanan dagang di usia muda hingga hijrah yang membangun peradaban manusia, kita belajar satu hal penting: perjalanan akan bernilai jika punya tujuan yang benar.

Mungkin hari ini kita juga sering bepergian. Tapi sudahkah setiap langkah yang kita punya bermakna?

One thought on ““Kapan Safar Pertama Nabi Muhammad SAW? Ini Sejarah Lengkapnya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *