Kenapa Ada Lingkaran Cahaya di Sekitar Bulan? Ini Penjelasan Fenomena Lunar Halo

Lunar halo atau lingkaran cahaya di sekitar bulan pada langit malam yang gelap

Suatu malam, langit terlihat biasa saja, suasana gelap, tenang, dengan bulan yang menggantung di langit. Tapi ada satu hal yang membuatnya terasa berbeda, yaitu di sekeliling bulan, muncul lingkaran cahaya besar, samar tapi jelas terlihat. Sekilas, seperti ada “aura” yang mengelilinginya.
Banyak orang yang pertama kali melihat ini langsung berpikir macam-macam. Ada yang mengira itu efek kamera, ada juga yang mengaitkannya dengan hal mistis. Padahal, fenomena ini benar-benar nyata dan bisa dijelaskan secara ilmiah.
Fenomena ini dikenal sebagai lunar halo.


Apa Itu Lunar Halo?

Lunar halo adalah cincin cahaya yang mengelilingi bulan, biasanya berbentuk lingkaran sempurna dengan jarak yang cukup lebar dari bulan itu sendiri. Cahaya yang terlihat tidak seterang bulan, tapi cukup jelas untuk disadari, terutama saat langit sedang bersih dari awan tebal.

Dalam dunia meteorologi, fenomena ini juga sering disebut sebagai halo 22 derajat, mengacu pada sudut lingkaran yang terbentuk di sekitar bulan.

Menariknya, meskipun terlihat sederhana, lunar halo bukanlah fenomena yang “asal muncul”. Ada proses yang sangat spesifik di balik terbentuknya fenomena tersebut.


Bagaimana Lunar Halo Terbentuk?

Kalau moonbow (pelangi malam) terbentuk karena cahaya yang berinteraksi dengan air, lunar halo justru terbentuk karena es di atmosfer.

Di lapisan atas langit, ada jenis awan tipis yang disebut cirrostratus. Awan ini berada di ketinggian yang sangat tinggi, di mana suhu udara sangat dingin. Akibatnya, awan tersebut mengandung kristal es kecil berbentuk heksagonal (segi enam).

Ketika cahaya bulan menembus kristal es ini, cahaya tersebut dibelokkan atau dibiaskan. Karena bentuk kristalnya relatif seragam, pembiasan cahaya ini terjadi dengan sudut yang hampir sama, yaitu sekitar 22 derajat.

Hasil akhirnya adalah lingkaran cahaya yang tampak mengelilingi bulan.

Kalau diibaratkan, ini mirip seperti cahaya yang masuk ke dalam prisma kaca, lalu keluar dengan arah berbeda, hanya saja terjadi di langit, dengan jumlah “prisma” yang tak terhitung banyaknya.


Kapan Lunar Halo Terjadi?

Lunar halo tidak muncul setiap malam. Ada kondisi tertentu yang harus terpenuhi.

Fenomena ini biasanya terjadi saat:

  • Ada awan cirrostratus di lapisan atas atmosfer
  • Suhu di ketinggian cukup dingin untuk membentuk kristal es
  • Langit tidak tertutup awan tebal yang menghalangi cahaya bulan

Menariknya, lunar halo itu sering muncul sebelum perubahan cuaca, seperti sebelum hujan turun. Ini karena awan cirrostratus sering menjadi bagian dari sistem cuaca yang sedang bergerak masuk.

Di beberapa budaya, kemunculan lingkaran di sekitar bulan bahkan dianggap sebagai tanda bahwa hujan akan segera datang. Meskipun tidak selalu akurat, ada dasar ilmiah yang membuat kepercayaan itu muncul.


Apakah Harus Bulan Purnama?

Ini salah satu pertanyaan yang paling sering muncul.

Jawabannya, tidak harus, tapi lebih mudah terlihat saat bulan purnama atau hampir purnama.

Semakin terang cahaya bulan, semakin jelas halo yang terbentuk. Jika hanya bulan sabit tipis, lunar halo tetap bisa terjadi, tetapi biasanya terlalu samar untuk dilihat dengan mata telanjang.


Harus Tengah Malam?

Tidak juga.

Lunar halo bisa muncul kapan saja selama:

  • Bulan berada di langit
  • Kondisi atmosfer mendukung

Artinya, kamu bisa melihatnya:

  • Setelah matahari terbenam
  • Di tengah malam
  • Bahkan menjelang subuh

Jadi bukan soal jam, tapi soal kondisi langit.


Bisa Dilihat di Kota atau Harus ke Alam Terbuka?

Kabar baiknya, lunar halo termasuk fenomena yang cukup mudah diamati.

Kamu tidak harus pergi ke gunung atau desa terpencil. Di kota pun, lunar halo tetap bisa terlihat, meskipun mungkin tidak sejelas di tempat dengan langit yang benar-benar gelap.

Polusi cahaya memang bisa mengurangi kontras, tapi karena halo ini cukup besar dan relatif terang, banyak orang tetap bisa melihatnya bahkan dari halaman rumah mereka sendiri.


Apakah Harus Setelah Hujan?

Tidak.

Justru, lunar halo sering muncul sebelum hujan, bukan setelahnya.

Sekali lagi, kuncinya ada pada keberadaan awan cirrostratus dan kristal es di dalamnya, bukan pada hujan yang sudah terjadi.


Bedanya dengan Moonbow

Keduanya memang sama-sama fenomena optik yang melibatkan cahaya bulan, tapi prosesnya berbeda.

  • Moonbow terbentuk karena pembiasan cahaya bulan oleh tetesan air (biasanya di air terjun atau kabut)
  • Lunar halo terbentuk karena pembiasan cahaya bulan oleh kristal es di atmosfer 

Moonbow terlihat seperti pelangi di malam hari, sedangkan lunar halo berbentuk lingkaran besar yang mengelilingi bulan.

Jika moonbow terasa seperti “pelangi yang turun ke bumi”, maka lunar halo lebih seperti “cincin cahaya yang menggantung di langit”.


Fenomena Sederhana yang Ternyata Tidak Sesederhana Itu

Sekilas, lunar halo mungkin hanya terlihat seperti efek visual biasa. Tapi di baliknya, ada kombinasi kondisi atmosfer, suhu ekstrem di ketinggian, bentuk kristal es, hingga sudut pembiasan cahaya yang konsisten.

Semua itu terjadi tanpa kita sadari, diam-diam membentuk pola yang sama berulang kali.

Fenomena seperti ini mengingatkan bahwa langit malam tidak pernah benar-benar kosong. Selalu ada sesuatu yang sedang terjadi, hanya saja kita jarang memperhatikannya.

Dalam Al-Qur’an, bulan disebut sebagai bagian dari keteraturan yang ada di langit:

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya serta menetapkan manzilah-manzilah (fase-fase) bagi perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)…”
(QS. Yunus: 5)

Ayat ini tidak berbicara tentang lunar halo secara langsung, tetapi memberi gambaran bahwa apa yang kita lihat di langit, termasuk cahaya bulan dan pergerakannya, bukanlah sesuatu yang acak. Semua sudah diatur.

Ada pola, ada keteraturan, dan ada hal-hal kecil yang sebenarnya bisa kita amati, kalau kita mau sedikit lebih memperhatikan.


Kadang, Kita Hanya Kurang Melihat ke Atas

Lunar halo bukan fenomena langka yang hanya bisa dilihat di tempat tertentu. Ia bisa muncul di atas kota, di atas rumah, bahkan mungkin pernah muncul tanpa kita sadari.

Masalahnya sering bukan pada langit yang tidak menarik, tapi pada kita yang jarang melihatnya.

Di tengah rutinitas, layar handphone, dan kesibukan sehari-hari, ada banyak hal sederhana yang terlewat, padahal kalau mau memperhatikan, justru di situlah letak keindahannya.

Mungkin, lain kali saat kamu melihat bulan di malam hari, cobalah berhenti sejenak. Perhatikan lebih lama.

Siapa tahu, ada lingkaran cahaya yang diam-diam sudah terbentuk di sekelilingnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *